Komparasi Identitas Gastronomi Warisan Kuliner Indonesia dan Taiwan

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Muhammad Habib Al Fikri
Wahyu Tri Hastiningsih
Nawangsih Edynna Putri

Abstract

Warisan kuliner merupakan salah satu bentuk identitas budaya yang mencerminkan sejarah, nilai sosial, dan kearifan lokal suatu masyarakat. Indonesia dan Taiwan memiliki berbagai makanan tradisional yang menunjukkan adanya pengaruh budaya Tionghoa, namun mengalami perkembangan yang berbeda sesuai dengan kondisi sosial dan budaya masing-masing negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan warisan kuliner tradisional Indonesia dan Taiwan melalui pendekatan gastronomi pada lima objek penelitian, yaitu Kue Ku, Lumpia, Mie Kuah Sapi, dan Onde-onde. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan checklist, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima makanan memiliki kesamaan pada aspek sejarah, nilai budaya, dan filosofi sebagai warisan kuliner masyarakat Tionghoa. Perbedaan ditemukan pada penggunaan bahan baku, teknik pengolahan, penyajian, cita rasa, serta fungsi sosial yang berkembang sesuai dengan karakteristik budaya Indonesia dan Taiwan. Selain sebagai identitas budaya, kelima makanan tersebut memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata gastronomi melalui pelestarian resep tradisional, inovasi produk, penyelenggaraan festival kuliner, dan promosi berbasis budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian gastronomi sekaligus menjadi referensi bagi upaya pelestarian warisan kuliner dan pengembangan pariwisata budaya di Indonesia maupun Taiwan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Fikri, M. H. A., Hastiningsih, W. T., & Putri, N. E. (2026). Komparasi Identitas Gastronomi Warisan Kuliner Indonesia dan Taiwan. JURNAL KAJIAN PARIWISATA DAN BISNIS PERHOTELAN, 7(2), 247-259. https://doi.org/10.24036/jkpbp.v7i2.91872

References

[1] Sartika dan Rudiansyah. 2022. Pengaruh Budaya Tionghoa Terhadap Kuliner di Kota Medan. Jurrnal Cakrawala Mandarin Vol. 6. No. 2, Oktober 2022: P486-P501.
[2] Hastiningsih, Wahyu Tri., A Andhitha, Sari. (2023). Sosialisasi Pemilihan Dan Penggunaan Bahan Lokal Untuk Masakan Di 3 Negara (Indonesia, Malaysia Dan Taiwan) Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat 3(1): 44–51.
[3] Wijaya, T., Nurhadi, N., Kuncoro, A. M., & Rahmawaty, P. (2021). Qualitative study of Yogyakarta palace culinary gastronomic tourism. Global Journal of Business, Economics and Management: Current Issues, 11(1), 58–68.
[4] Wang, C.-H., Tsai, C.-Y., & Chen, M.-H. (2022). Promoting traditional local cuisines for tourists: Evidence from Taiwan. British Food Journal, 124(8), 2481–2496. https://doi.org/10.1108/BFJ-05-2021-0582
[5] Hall, C. M., & Gössling, S. (2022). The Sustainable Chef: The Environment in Culinary Arts, Restaurants, and Hospitality. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315187488.
[6] Arifandi, A. 2024. “Peran Gastronomi Dalam Meningkatkan Daya Saing Destinasi Pariwisata: Studi Pada Destinasi Wisata Kuliner Di Kota Semarang.” Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya 15. Doi:Https://Doi.Org/10.31294/Khi.V15i2.25170
[7] Wibawati, And Adhiningasih Prabhawati. 2021. “Upaya Indonesia Dalam Mempromosikan Wisata Kuliner Sebagai Warisan Budaya Dunia.” Journal Of Tourism And Creativity. Doi:10.19184/Jtc.V5i1.21108.
[8] Liu, Y. (2022). A geographical retheorization of the tourism value chain. ERDKUNDE, 76(1), 59–68. https://doi.org/10.3112/erdkunde.2022.01.05
[9] Wijaya, S. (2019). Indonesian Food Culture Mapping: A Starter Contribution to Promote Indonesian Culinary Tourism. Journal of Ethnic Foods, 6(1), 9. https://doi.org/10.1186/s42779-019-0009-3.
[10] Park, E., & Widyanta, A. (2022). Food tourism experience and changing destination foodscape: An exploratory study. Tourism Management Perspectives, 42, 100964.
[11] Desi Wibawati, And Adhiningasih Prabhawati. 2021. “Upaya Indonesia Dalam Mempromosikan Wisata Kuliner Sebagai Warisan Budaya Dunia.” Journal Of Tourism And Creativity. Doi:10.19184/Jtc.V5i1.21108.
[12] Putri, Bella Tiara, Citra Sukma Ayu, Mita Atiiqah, Br Ginting, And Siti Saidah. 2025. “Budaya Dan Bahasa : Refleksi Dinamis Identitas Masyarakat.” Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Budaya 3(C): 20–32. Doi:10.61132/Semantik.V3i1.1321.
[13] Afni, Nur. 2025. “Karakteristik Makanan Sebagai Identitas Budaya : Studi Komparatif Kuliner Timur Tengah Dan Indonesia.” 9: 12883–90. Doi:10.31004/Jptam.V9i2.26858.
[14] Liu, Y., & Xu, C. (2023). Consumer intention to purchase and corporate social responsibility: Evidence from an experiment in an entrepreneurial context. Journal of Consumer Behaviour, 22(4), 905-911. https://doi.org/10.1002/cb.1987
[15] Chen, Yuk Wah, And James Farrer. 2022. “Asian Food And Culinary Politics: Food Governance, Constructed Heritage And Contested Boundaries.” Asian Anthropology 20(1): 1–11. Doi:10.1080/1683478x.2020.1779968.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.